Usna Aning Yuliarti, mahasiswa Konsentrasi Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah MEP 72, mengangkat tesis berjudul “Identifikasi Rezim Siklus Bisnis Regional dan Pergeseran Pertumbuhan dalam Rezim: Pendekatan Markov-Switching dan Self-Starting Cumulative Sum (SSCUSUM)”.
Usna memilih topik ini karena penelitian mengenai siklus bisnis regional di Indonesia masih terbatas. Penggunaan metode SSCUSUM untuk memantau siklus bisnis juga masih sangat jarang ditemukan secara global dan belum pernah diterapkan di Indonesia.
Topik ini juga dekat dengan pekerjaannya, karena Usna membutuhkan alat yang lebih responsif untuk memantau pergerakan indikator perekonomian.
Apa yang Ingin Dilihat?
Sederhananya, penelitian ini ingin mengetahui kapan perekonomian sedang tumbuh dan kapan mulai melemah, baik di tingkat nasional maupun regional.
Tidak hanya itu, Usna juga melihat apa yang terjadi di dalam satu fase. Misalnya, ketika ekonomi masih berada dalam fase pertumbuhan, apakah pertumbuhannya terus menguat atau justru mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
Data yang Digunakan
Untuk melihat siklus bisnis nasional, Usna menggunakan data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia periode 1988Q1–2025Q2 dari CEIC.
Sementara itu, untuk melihat kondisi regional, penelitian menggunakan data pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) periode 2011Q1–2025Q4 dari enam provinsi: Sumatera Utara, DKI Jakarta, Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Papua. Data tersebut bersumber dari BPS.
Seluruh proses analisis dilakukan menggunakan RStudio.
Apa yang Ditemukan?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola siklus bisnis tiap daerah tidak selalu sama. Lama suatu fase berlangsung, pola pergantian kondisi ekonomi, hingga hubungannya dengan siklus ekonomi nasional dapat berbeda antarwilayah.
Melalui metode SSCUSUM, penelitian ini menemukan 67 titik perubahan yang membentuk 74 segmen pertumbuhan. Daerah berbasis komoditas tercatat mengalami perubahan rata-rata pertumbuhan lebih sering.
Menariknya, perubahan arah pertumbuhan tidak selalu terjadi tepat ketika suatu daerah berpindah dari fase pertumbuhan ke pelemahan, atau sebaliknya. Perubahan dapat muncul sebelum, saat, bahkan tanpa pergantian fase.
Karena itu, melihat ekonomi hanya berdasarkan satu label fase belum tentu cukup. Dalam fase yang sama, pertumbuhan ekonomi masih bisa terus menguat, mulai melemah, atau relatif stabil.
Menggabungkan Dua Pendekatan
Dalam penelitian ini, metode MSAR digunakan untuk melihat fase atau kondisi siklus bisnis, sedangkan SSCUSUM membantu menangkap perubahan yang terjadi di dalam fase tersebut.
Penggabungan keduanya membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai perkembangan pertumbuhan ekonomi.
Pengalaman yang Paling Berkesan
Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Usna adalah kesempatan berdiskusi melalui email dengan Douglas M. Hawkins, Profesor Statistik di University of Minnesota sekaligus pengembang metode SSCUSUM.
Diskusi tersebut membahas algoritma dan penggunaan SSCUSUM di RStudio, sekaligus bagaimana metode tersebut dapat digunakan untuk memantau indikator perekonomian.


