Kyoto, Jepang – Erlin Eka Wulandari, mahasiswa Program Studi Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada angkatan 72 dengan konsentrasi Manajemen Aset dan Penilaian Bisnis (MAPB), turut berpartisipasi dalam The 9th International Conference on Software and e-Business (ICSeB) 2025 yang berlangsung pada 5–7 Desember 2025 di Kyoto, Jepang.
Konferensi internasional bergengsi ini diselenggarakan oleh ICSeB dengan dukungan Kindai University, Kyoto Tachibana University, serta HU University of Applied Sciences Utrecht. Forum tahunan tersebut menjadi ajang pertemuan akademisi dan peneliti lintas negara di bidang software dan e-business.
Dalam kesempatan tersebut, Erlin mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Big Data ESG Analytics and the Business Intelligence Paradox: Evidence from Emerging Economies”. Paper ini merupakan pengembangan dari tugas Mata Kuliah Ekonometrika Terapan yang mengkaji peran big data analytics dalam mengolah informasi Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai business intelligence, serta implikasinya terhadap nilai perusahaan di negara berkembang, khususnya Indonesia.
Menggunakan data panel perusahaan dalam Indeks SRI-KEHATI periode 2012–2023 dengan pendekatan ekonometrika fixed effects, penelitian Erlin menemukan adanya paradoks ESG: skor ESG yang lebih tinggi justru berkorelasi dengan valuasi pasar perusahaan yang lebih rendah. Temuan ini menyoroti keterbatasan kualitas dan kredibilitas data ESG di pasar berkembang, serta pentingnya penguatan tata kelola data dan pengembangan sistem analitik yang lebih andal.
Paper Erlin mendapat apresiasi melalui proses double blind peer review. Reviewer menilai penelitian ini memiliki kontribusi empiris dan konseptual yang kuat, terutama dalam mengaitkan isu tata kelola data ESG dengan pengembangan analytics platforms di bidang software dan e-business. Masukan yang diberikan mencakup penajaman aspek teknis perangkat lunak verifikasi data ESG serta pengayaan agenda riset lanjutan dengan teknologi artificial intelligence dan natural language processing.
Selain menjadi wadah pertukaran gagasan ilmiah, ICSeB 2025 juga membuka peluang publikasi melalui Conference Proceedings yang ditujukan untuk terindeks Scopus dan Ei Compendex. Kesempatan ini menjadi langkah strategis bagi Erlin dalam mendorong hasil penelitiannya menuju publikasi internasional.
Partisipasi Erlin Eka Wulandari di ICSeB 2025 tidak hanya memperkuat kapasitas riset dan presentasi ilmiah di tingkat global, tetapi juga memperluas jejaring akademik serta mendukung pengembangan kajian di bidang ekonomika pembangunan, khususnya terkait keuangan berkelanjutan, pemanfaatan big data sebagai business intelligence, dan implikasinya terhadap pengambilan keputusan investasi di negara berkembang.
[Retno]


