Program Studi Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) baru saja menggelar Tasyakuran Dies Natalis ke-31 di Selasar Gedung MEP FEB UGM. Acara ini dihadiri langsung oleh Dekan dan Wakil Dekan FEB UGM, Ketua serta Sekretaris Departemen Ilmu Ekonomi, hingga jajaran pengelola prodi lintas periode dari tahun 1995–2025. Turut hadir pula para dosen, praktisi, perwakilan Bappeda Kabupaten Bantul, pimpinan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), pengurus KAFEGAMA MEP, pengurus himpunan mahasiswa, serta staf profesional dan tenaga kependidikan (tendik) KAF FEB, dan Prodi MEP, yang masih aktif, purna tugas maupun mutasi.
Saat memberikan sambutan, Ketua Program Studi MEP FEB UGM, Amirullah Setya Hardi, Ph.D., memaparkan bahwa dalam 31 tahun perjalanannya, MEP telah mencetak lebih dari 5.200 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. Beliau juga menyoroti perubahan demografi mahasiswa saat ini, di mana sekitar 70–80% didominasi oleh lulusan baru (fresh graduate). Kondisi ini cukup berbeda dibandingkan saat awal berdiri pada 3 Juni 1995 yang mayoritas mahasiswanya berasal dari kalangan birokrat. Menatap masa depan, MEP berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan melalui berbagai program strategis, seperti seminar nasional posisi penilai di mata Aparat Penegak Hukum (APH) yang disinergikan dengan Dies Natalis FEB UGM, hingga agenda temu alumni di Gunungkidul bersama KAFEGAMA MEP.
Apresiasi terhadap capaian ini turut disampaikan oleh Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA. Beliau menyampaikan rasa bangganya atas kontribusi nyata alumni MEP, baik di lingkungan pemerintah daerah maupun institusi penilai, yang memberikan dampak signifikan di tingkat nasional. Selain itu, Prof. Didi juga mengucapkan selamat atas keberhasilan MEP mempertahankan akreditasi “Unggul” serta sertifikasi internasional AACSB hingga tahun 2029. Beliau berharap momentum usia ke-31 ini dapat dimanfaatkan manajemen MEP untuk terus melakukan pembenahan internal, meningkatkan kapasitas akademis dosen di lingkungan FEB, serta aktif mendorong pemerintah daerah dan para alumni untuk melanjutkan studi di program-program strategis FEB UGM.
Sebagai bentuk rasa syukur, puncak acara diisi dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh pengelola program studi MEP. Potongan tumpeng tersebut kemudian diserahkan kepada Dekan FEB, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, serta secara khusus diserahkan kepada Prof. Dr. Insukindro, M.A., sebagai salah satu founding father yang ikut membidani lahirnya Prodi MEP FEB UGM. Kemeriahan tasyakuran ini juga dilengkapi dengan penyerahan Penghargaan Tendik 2026 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi luar biasa para staf profesional dalam mendukung operasional prodi sehari-hari, sebelum akhirnya ditutup dengan sesi ramah tamah dan hiburan bersama.
Melalui momentum Dies Natalis ke-31 ini, segenap pimpinan dan civitas akademika menaruh harapan besar agar MEP FEB UGM dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa, serta melahirkan pemimpin-pemimpin daerah yang kompeten. Di sisi lain, sinergi antarprodi dan departemen di lingkungan FEB UGM diharapkan semakin solid guna mendukung peningkatan kapasitas akademis serta kemajuan institusi secara berkelanjutan di masa depan.
[imam]


