Prodi Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) FEB UGM terus memperluas peluang internasional bagi mahasiswa melalui rangkaian seleksi program Double Degree ke Jepang. Setelah sebelumnya melaksanakan wawancara dengan International University of Japan (IUJ) pada 22 Januari 2026, kini lima mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa skema beasiswa LPDP-JICA dan jalur reguler—kembali menjalani seleksi wawancara dengan Hiroshima University pada Senin (2/2) di Gedung MEP FEB UGM. Menghadirkan Prof. Masaru Ichihashi sebagai penguji, agenda ini bertujuan memastikan kesiapan akademik serta ketajaman riset mahasiswa sebelum menempuh studi internasional.
Dalam sesi interview tersebut, Prof. Ichihashi memberikan penekanan khusus pada kematangan rencana riset (research plan). Mengingat durasi studi di Jepang yang intensif selama satu tahun, beliau mengingatkan mahasiswa untuk memastikan ketersediaan data penelitian sejak dini agar penulisan tesis dapat berjalan efektif. Hal ini diamini oleh Adhi Setyaningrum, salah satu peserta, yang merasa terbantu dengan arahan tersebut. “Sensei memberikan banyak feedback dan memastikan saya paham dengan rencana tesis saya. Beliau berpesan agar be-prepared dengan baik karena satu tahun di Jepang akan terasa sangat cepat,” ungkapnya.
Suasana wawancara berlangsung hangat dan suportif karena pemahaman luas Prof. Ichihashi terhadap konteks ekonomi Indonesia. Luki Ardana mengaku sempat gugup, namun diskusi ternyata mengalir lancar karena komunikasi yang nyambung terkait isu fiskal. Senada dengan itu, Oktavianus mengapresiasi masukan teknis yang diberikan. “Prof. Ichihashi tidak hanya memberikan pertanyaan tetapi juga saran untuk riset saya. Terima kasih untuk tim MEP yang telah memfasilitasi persiapan ini,” ujarnya. Di sela jadwal, agenda juga diisi dengan ramah tamah dan makan siang antara Prof. Ichihashi bersama pengelola MEP FEB UGM untuk mempererat sinergi institusional.
Melalui pengalaman interaksi langsung dengan pakar internasional ini, para mahasiswa mendapatkan wawasan berharga untuk pengembangan kapasitas akademik mereka di level global. Program Double Degree ini merupakan bukti nyata komitmen MEP FEB UGM dalam membuka akses bagi seluruh mahasiswa untuk mengenyam pendidikan berkualitas di universitas mitra kelas dunia. Kerja sama ini diharapkan terus mencetak lulusan yang tidak hanya mumpuni secara teori, tetapi juga memiliki perspektif internasional dalam menjawab tantangan ekonomi masa depan.
Ima


