Program Studi Magister Ekonomika Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (Prodi MEP FEB UGM) menerima audiensi Dewan Pimpinan Nasional Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (DPN MAPPI) pada Kamis, 20 Agustus 2026, di Kampus MEP FEB UGM. Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi pendidikan akademik dan profesi di bidang penilaian, termasuk penyelarasan kurikulum, penyetaraan pendidikan, dan sertifikasi penilai.
Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Ketua Prodi MEP FEB UGM, Amirullah Setya Hardi, S.E., Cand.Oecon., Ph.D., dan Sekretaris Program Studi MEP FEB UGM, Dr. Evi Noor Afifah, M.S.E., dengan jajaran DPN MAPPI di Jakarta pada 5 Agustus 2026. Pertemuan lanjutan tersebut menjadi ruang bagi kedua pihak untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja sama yang telah berjalan sekaligus merumuskan arah pengembangannya.
Delegasi MAPPI yang hadir terdiri atas Ketua DPN II MAPPI, Wahyu Mahendra, M.Ec.Dev., M.H., MAPPI (Cert.); Sekretaris Umum MAPPI, Ir. Nur Ali Nugroho, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.); Wakil Sekretaris III MAPPI, Susana Ida Setianingrum, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.); dan Ketua Komite Pendidikan MAPPI, Guntur Pramudiyanto, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.).
Turut hadir Anggota KPPI MAPPI/Badan Pelaksana Pendidikan, Anton Abdurrahman, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.), Ketua DPD DIY MAPPI, Sudarto, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) serta officer sekretaris administrasi DPN MAPPI. Sementara itu, Prodi MEP FEB UGM diwakili oleh Ketua dan Sekretaris Program Studi, Guru Besar FEB UGM Prof. Insukindro, dosen praktisi, serta tenaga kependidikan Prodi MEP FEB UGM.
Dalam sambutannya, Amirullah menekankan pentingnya sinkronisasi antara pendidikan akademik dan pendidikan profesi penilai. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi Prodi MEP FEB UGM dan MAPPI tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan jumlah peserta didik, tetapi juga untuk memastikan agar pendidikan akademik dan profesi berjalan selaras serta saling memperkuat.
Pembahasan turut menyinggung perjalanan panjang pendidikan penilaian di Prodi MEP FEB UGM. Prof. Insukindro menjelaskan bahwa pendidikan penilaian di Prodi MEP FEB UGM telah dirintis sejak 1995 melalui komunikasi dengan Direktorat Jenderal Pajak dan MAPPI. Proses tersebut kemudian melahirkan dan mengembangkan konsentrasi yang berfokus pada penilaian properti dan penilaian bisnis.
Sejumlah agenda strategis dibahas dalam audiensi tersebut, antara lain sinkronisasi kurikulum, alur pendidikan profesi, penyetaraan pendidikan, pelaksanaan Pendidikan Dasar Standar Penilaian Indonesia (PDSPI), pemahaman Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), serta pelaksanaan sertifikasi penilai.
Kedua pihak juga membahas peluang penguatan pengalaman praktik mahasiswa melalui kerja sama dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Dukungan MAPPI beserta jejaringnya diharapkan dapat memperluas akses mahasiswa terhadap kasus penilaian nyata dan lingkungan kerja profesional.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Insukindro merekomendasikan pembentukan komite bersama yang melibatkan unsur Prodi MEP FEB UGM dan MAPPI. Komite tersebut diharapkan dapat mengkaji kurikulum dan alur pendidikan penilaian secara berkelanjutan, menyelaraskan kebutuhan akademik dengan kompetensi profesi, serta menjaga kesinambungan kerja sama ketika terjadi pergantian kepengurusan atau kepemimpinan.
Audiensi ini menghasilkan sejumlah agenda tindak lanjut, terutama penyelarasan pendidikan akademik dan profesi, penataan mekanisme penyetaraan pendidikan, serta pembahasan pembentukan komite bersama Prodi MEP FEB UGM dan MAPPI.
Melalui pertemuan ini, Prodi MEP FEB UGM dan MAPPI menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan organisasi profesi. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung terselenggaranya pendidikan penilaian yang relevan, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan profesi penilai di Indonesia.


