MEP FEB UGM :: Committed to Development
Tentang UGM
Perpustakaan
UGMail
FEB UGM
INA
English

Sejarah MEP

Sejarah singkat berdirinya Program MEP FEB UGM

Kegiatan perkuliahan MEP pertama kali diawali oleh kelas Matrikulasi yang dimulai pada tanggal 3 Juni 1995 dan kuliah perdana kelas reguler pada awal September 1995, namun demikian persiapan program ini telah dilakukan sejak awal tahun 1994. Embrio dari program ini sebenarnya nampak ketika Fakultas Ekonomi UGM pada tahun 1991 dipercaya menjadi salah satu pusat penyelenggara Kursus Keuangan Daerah (KKD) bekerjasama dengan Departemen Dalam Negeri (Depdagri), Departemen Keuangan (Depkeu), Bappenas dan Universitas Indonesia, Jakarta. Pada saat itu KKD diketuai oleh Prof. Dr. Dibyo Prabowo dan wakilnya adalah Drs. Wahyu Widayat, M.Ec. dan Drs. Ari Sudarman, M.Ec. Kegiatan KKD tersebut melibatkan banyak sekali dosen Fakultas Ekonomi UGM.

Dari masukan-masukan yang diperoleh dari para alumni KKD, para dosen, pejabat-pejabat di Provinsi maupun Kabupaten dan Kota serta konsultan dari ILGS (Institute of Local Government Studies) University of Birminghams, Inggris, muncullah ide mengenai perlunya jenjang pendidikan strata dua bagi para pengelola keuangan daerah dan pembangunan daerah. Kemudian dalam rapat Fakultas Ekonomi UGM pada tanggal 8 April 1994 dibentuklah tim penyusun proposal pembentukan program S2 ini dan kemudian ditetapkan oleh Surat Keputusan Dekan Fakultas Ekonomi UGM No. UGM/EK/3068/UM/01/39 tertanggal 7 Mei 1994 yang terdiri atas: Dr. Insukindro, MA., Dr. Faried Widjaya M, MA., Drs. Wahyu Widayat, M.Ec., Dr. Mardiasmo, MBA., Drs. B.M. Purwanto, MBA., dan Drs. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc. Tim inilah yang kemudian bertugas menyiapkan, menyusun, dan menjadi wakil Fakultas dalam pembahasan baik rapat ditingkat Fakultas, Program Pascasarjana UGM dan Senat UGM.

Setelah proposal disetujui Senat UGM, kemudian Dekan Fakultas Ekonomi UGM yang pada saat itu dijabat oleh Prof. Dr. Soedijono, menerbitkan Surat Keputusan mengenai pembentukan Tim Pengarah dan Tim Pelaksana Program Studi MEP UGM No. UGM/EK/8788/UM/01/39 tertanggal 22 Oktober 1994. Proposal yang telah disetujui oleh Senat UGM tersebut, selanjutnya dikirim ke Dirjen Dikti Depdikbud untuk memperoleh izin pembentukannya, sehingga akhirnya keluarlah izin dari Dirjen Dikti Depdikbud No. 358/Dikti/Kep/95 tanggal 16 Agustus 1995. Seiring dengan proses untuk memperoleh izin tersebut, Program Studi MEP UGM sejak akhir tahun 1994 mulai melakukan kegiatan mempromosikan akan berdirinya program ini dan menjalin hubungan kerjasama dengan Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Departemen Dalam Negeri untuk mendapatkan calon mahasiswa yang berminat mengikuti pendidikan strata dua.

Pada tanggal 3 Juni 1995 dimulailah program Matrikulasi yang diikuti oleh 63 orang. Pada waktu berdiri, Program Studi MEP UGM memiliki dua konsentrasi yaitu konsentrasi Keuangan Daerah (Regional Finance) dan Pembangunan Daerah (Regional Development). Kemudian sejak angkatan kedua tahun 1995, program studi ini bertambah satu konsentrasi yaitu konsentrasi Penilaian Properti (Property Valuation). Pada tahun 1996 program studi MEP-UGM menambah satu konsentrasi lagi, yaitu konsentrasi Ekonomika Keuangan dan Perbankan atau sering hanya disingkat konsentrasi uang dan bank (money and banking). Ide untuk menggarap konsentrasi ini kurang mendapat respon yang cukup baik dari pasar, terutama sejak terjadinya krisis moneter di Indonesia pertengahan tahun 1997 yang membawa dampak serius bagi perekonomian nasional. Sektor moneter dan riil perekonomian Indonesia terimbas oleh krisis tersebut dan merambah ke konsentrasi ini dengan jumlah pendaftar yang sedikit dan ujungnya konsentrasi ini ditutup.

Dalam rangka menyusun matakuliah dan pengembangan kurikulum, Program Studi MEP UGM menjalin hubungan baik dengan lembaga di dalam negeri maupun luar negeri. Kerjasama formal telah ditandatangani dengan Badan Pendidikan dan Latihan (DIKLAT, sejak 4 September 1995), Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa (sejak 21 September 1995) dan Departemen Dalam Negeri khususnya Dirjen PUOD. Dengan bekerjasama dengan Dirjen PUOD untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pegawai pemda, maka dari setiap daerah Tingkat I dan II dikirim satu orang staf Pemda untuk mengikuti pendidikan S2 di MEP. Hal serupa juga dilakukan dengan Bappenas (sejak 27 Februari 1998). Kerjasama formal juga dilakukan dengan Dirjen Pajak Depkeu (sejak 19 Oktober 1995) untuk studi lanjut (S2) pegawai di lingkungan Direktorat PBB Dirjen Pajak Depkeu, untuk kegiatan penelitian dan penyediaan dosen tamu untuk konsentrasi penilaian properti. Melalui kerjasama dengan Dirjen Pajak Depkeu, Program Studi MEP UGM tidak hanya memperoleh dosen dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri, khususnya dari ITM Malaysia. Hubungan juga tetap dijalin dengan MAPPI dan GAPPI, dan khususnya dengan PT Satya Graha Tara in association with Brooke Hillier Parker Jakarta, serta Badan Pertanahan Nasional terutama untuk penyediaan dosen tamu dengan keahlian khusus di bidang penilaian properti dan ekonomika tanah.

Program Studi MEP UGM secara akademik dan fisik berada di bawah naungan dan tanggung jawab Fakultas Ekonomi UGM. Itulah sebabnya secara organisasi Dekan Fakultas Ekonomi UGM adalah penanggung jawab program ini, sehingga pada saat berdirinya, penetapan pengurus program ini ditetapkan dengan keputusan Dekan Fakultas Ekonomi UGM terutama selama program ini masih bersifat 'proyek'. Hal ini terlihat dari SK Dekan Fakultas Ekonomi UGM, No: UGM/EK/68/UM/01/39, tanggal 2 Januari 1996 dan berlaku 3 tahun, yang menetapkan Susunan Pengurus Program MEP-UGM tahun 1996-1999. Prof. Dr. Nopirin, MA., selaku Dekan sebagai Penanggung Jawab. Prof. Dr. Dibyo Prabowo, M.Sc. selaku Ketua Dewan Pengarah dengan 3 anggota Prof. Dr. Soedijono R, MBA., Dr. Budiono Sri Handoko, MA., Dr. Faried Wijaya M, MA. Sedangkan, Ketua Pengelola dijabat oleh Dr. Insukindro, MA., dengan anggota Drs. Wahyu Widayat, M.Ec. dan Drs. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc.

Selanjutnya dalam melaksanakan kegiatan harian dilakukan pembagian tugas diantara anggota pengelola. Dr. Insukindro, MA., bertindak selaku ketua program, Drs. Wahyu Widayat, M.Ec bertanggung jawab untuk urusan akademik, sedangkan Drs. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc memusatkan perhatiannya pada urusan non-akademik. Dalam pelaksanaan tugas, Pengelola Bid. Non Akademik dibantu oleh Drs. Rusdi Akbar, M.Sc yang ditunjuk sebagai Asisten Pengelola Bid. Non Akademik.

Dalam perkembangannya, struktur internal program ini tahun 1997 mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan organisasi saat itu. Tugas anggota pengelola dibagi menjadi tiga yaitu bidang akademik (Drs. Wahyu Widayat, M.Ec), bidang administrasi umum dan keuangan (Drs. Rusdi Akbar, M.Sc) dan bidang pengembangan eksekutif, kerjasama dan kemahasiswaan (Drs. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc)

Selanjutnya berdasarkan SK Dekan Fakultas Ekonomi UGM No. UGM/EK/01/UM/01/39/99 tanggal 2 Januari 1999 dan SK Direktur Program Pasca Sarjana UGM No. 2160/JO1.4/OT/1999 tanggal 1 Juli 1999, diangkat pengelola Program Studi MEP UGM untuk tahun anggaran 1999/2000 yang terdiri dari Ketua Pengelola Program dijabat oleh Dr. Insukindro, M.A., Drs. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc. (Pembantu Pengelola Bid. Akademik), Drs. Wahyu Widayat, M.Ec. (Pembantu Pengelola Bid. Non Akademik), dan Drs. Rusdi Akbar, M.Sc. (Pembantu Pengelola Bid. Pengembangan).

Pada bulan April tahun 2000, Pengelola Program Studi MEP UGM diganti oleh Bapak Dr. Soetatwo Hadiwigeno, M.A. dan dibantu oleh Dr. Insukindro di bidang Akademik, Drs. Wahyu Widayat, M.Ec di bidang Umum, dan Drs. Rusdi Akbar, M.Sc di bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Pengembangan.

Kemudian sejak bulan Januari tahun 2001, sampai akhir tahun 2004 pengelola Program Studi MEP UGM adalah Prof. Dr. Arief Ramelan Karseno, MA sebagai Ketua, dan dibantu oleh dua Deputi, yaitu Wakil Ketua Bidang Akademik yang dijabat oleh Prof. Dr. Mardiasmo, MBA, Akt (pada pertengahan tahun 2004 diganti oleh Dr. Ainun Na'im, MBA karena Prof. Dr. Mardiasmo mendapat mandat dari Menteri Keuangan Budiono untuk menjadi salah satu staf ahli menteri), dan Wakil Ketua Bidang Umum & Keuangan, oleh Drs. Wahyu Widayat, M.Ec.

Mulai awal tahun 2005, susunan pengurus program MEP-UGM mengalami perubahan kembali seiring pergantian Dekan Fakultas Ekonomi yang semula dijabat oleh Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.Sc. digantikan oleh Dr. Ainun Na'im, MBA sehingga pengelola Program Studi MEP UGM juga mengalami perubahan sebagai berikut: Pengelola Program: Dr. Iswardono SP, M.A; Wakil Ketua Bidang Akademik Dr. Lincolin Arsyad, M.Sc; Wakil Ketua Bidang Adm. Umum & Keuangan: Dra. Sri Handaru Yuliati, MBA.

Tahun 2006, pengelola Program MEP UGM mengalami perubahan yaitu Ketua Pengelola Program: Dr. Lincolin Arsyad, M.Sc; Wakil Ketua Bidang Akademik Dr. Akhmad Makhfatih, M.A.; Wakil Ketua Bidang Adm. Umum & Keuangan: Dra. Sri Handaru Yuliati, MBA. Awal tahun 2007, terjadi musibah terbakarnya pesawat Garuda yang mengakibatkan meninggalnya Dr. Masykur Wiratmo, M.Sc (Wakil Dekan I FE UGM). Peristiwa ini juga mengakibatkan terjadi perubahan struktur pengelola Program MEP UGM dikarenakan Dr. Lincolin Arsyad, M.Sc menjadi Wakil Dekan I FE UGM, sehingga Pengelola Program MEP: Ketua: Dr. Akhmad Makhfatih, M.A; Wakil Ketua Bidang Akademik: Drs. Muhammad Edhie Purnawan, M.A; dan Wakil Ketua Bidang Adm. Umum & Keuangan: Dra. Sri Handaru Yuliati, MBA. Struktur organisasi ini sampai dengan pertengahan tahun 2008, di mana terjadi perubahan struktur organisasi yaitu Wakil Ketua Bidang Akademik Amirullah Setya Hardi, M.Sc.

Tahun 2009-2010, Pengelola Program MEP FEB UGM: Ketua Pengelola: Dr. Akhmad Makhfatih, M.A; Wakil Ketua Bidang Akademik: Drs. Ahmad Jamli, M.A; dan Wakil Ketua Bidang Administrasi Umum dan Keuangan: Dr. Ertambang Nahartyo, M.Sc. Program Studi MEP FEB UGM bekerjasama dengan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) menyelenggarakan Program Magister Bersertifikasi Penilai. Program ini merupakan pengembangan dari konsentrasi Manajemen Aset dan Penilaian Properti. Pendidikan formal menyangkut profesi penilaian di Indonesia belum mengakomodasi sesuatu yang baik untuk saat ini. Padahal jika melihat kondisi sehari-hari, kebutuhan akan profesi ini sangatlah besar. Bahkan sejak pasca krisis, tepatnya di tahun 2000, telah terjadi peningkatan signifikan kebutuhan profesi penilai untuk sektor-sektor perbankan, non-perbankan, sektor swasta maupun negara. Kebutuhan tersebut semakin mendesak di tahun 2003, ketika undang-undang terkait otonomi daerah mulai diberlakukan. Sejak saat itu, disetiap kabupaten/kota diwajibkan membuat laporan keuangan yang juga menyangkut penetapan nilai aset. Menyadari masih kurangnya kebutuhan tenaga penilai yang bersertifikat di Indonesia, Program Studi MEP FEB UGM merupakan program studi satu-satunya di Indonesia yang bekerjasama dengan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) membuka program magister bersertifikasi bagi tamatan S1 dari berbagai disiplin ilmu. Kurikulum sudah memasukkan pendidikan P1, P2, P3, P4 dan USP. Dari program ini diharapkan mencetak tenaga profesional dengan gelar M.Ec.Dev., dan sertifikasi sebagai penilai bergelar MAPPI (Cert.).

Tahun 2011-2012, Pengelola Program MEP FEB UGM: Ketua Pengelola: Dr. Poppy Ismalina, M.Ec.Dev; Wakil Ketua Bidang Akademik: Drs. Ahmad Jamli, M.A; dan Wakil Ketua Bidang Administrasi Umum dan Keuangan: Dr. Ertambang Nahartyo, M.Sc. Kerjasama pelatihan dengan berbagai lembaga secara masif dilaksanakan termasuk diantaranya BPN (Badan Pertanahan Nasional) dan berbagai Pemerintah Daerah. Kelas kerjasama dengan BPS (Badan Pusat Statistik) dan Kelas Papua Angkatan 1 dilaksanakan. Periode ini juga melaksanakan kelas linkage/double degree dengan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembanguan) di ANU (The Australian national University), Australia. Kampus ditata lebih baik dengan renovasi ruang, tata letak dan gerbang yang menjadi icon MEP FEB UGM dipercantik.

Tahun 2013, Pengelola Program MEP FEB UGM: Ketua Pengelola: Dr. Artidiatun Adji, M.A.; Wakil Ketua Bidang Akademik: Drs. Ahmad Jamli, M.A; dan Wakil Ketua Bidang Administrasi Umum dan Keuangan: Boyke Rudi Purnomo,S.E.,M.M. Pada periode ini, dibangun public policy corner sebagai wadah berbagai kegiatan penelitian, konsultasi, pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat. Maka, kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah Daerah sangat intensif. Periode ini juga diwarnai awal dilaksanakannya UGM sebagai BLU (Badan Layanan Umum) menjadi salahsatu tantangan yang dihadapi.

Tahun 2014-2015, Pengelola Program MEP FEB UGM: Ketua Pengelola: Prof Lincolin Arsyad, Ph.D.; Wakil Ketua Bidang Akademik: Dr. Akhmad Makhfatih, M.A; dan Wakil Ketua Bidang Administrasi Umum dan Keuangan: Bayu Sutikno, S.E.,M.S.M.,Ph.D. Pada periode ini MEP FEB UGM kembali meraih akreditasi A dari BAN-PT, bahkan tanpa perlu visitasi lapangan. MEP FEB UGM juga menjadi inisiator dan deklarator berdirinya APMETI (Asosisasi Program Magister Ekonomika Terapan se Indonesia) di kampus MEP FEB UGM pada tanggal 6 Juni 2014. Kerjasama dengan berbagai mitra makin ditingkatkan, termasuk program dual degree/linkage ke 7 Universitas di Jepang yang telah disahkan oleh Dirjen Dikti, dan kelas kerjasama dengan Pemda Sulawesi Barat. Selain itu, beberapa fasilitas kampus juga diperbaiki, termasuk peresmian auditorium Mubyarto saat 2 dasawarsa MEP FEB UGM tanggal 4 Juni 2015.


FEB UGM adalah anggota:
Berita
SWAMEP